Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • nadiameuthia 6:04 pm on December 14, 2010 Permalink | Reply  

    American Beauty (1999) 

    ” You don’t get to tell me what to do everagain.”
    Lester Burnham

    Film yang dibintangi Annette Bening, Kevin Spacey, Thora Birch dan beberapa nama terkenal lainnya, berhasil menyabet 5 nominasi Academy Awards di tahunnya. Film ini bercerita tentang kehidupan membosankan Lester Burnham (Spacey),seorang karyawan yang mengalami mid-life crisis dan membenci pekerjaannya. Sang istri Carolyn (Benning) adalah istri pekerja yang ambisius dan dominan. Lester tidak merasakan adanya lagi cinta, kesenangan bahkan semangat untuk menjalani hari-harinya, yang mana menjadikan Carolyn memegang kendali dalam rumah tangga. Hal itu tak lama dialami Lester karena ia menemukan hasratnya kembali setelah menonton pertunjukan sorak Jane (Birch), putrinya. Mengapa?

    Sahabat Jane menggugah selera seksual Lester dan berhasil membuatnya hidup lagi. Carolyn pun menemukan kesenangan baru dalam pekerjaan yang juga hampir membuatnya putus asa. Jane? Bukannya tak punya masalah, tetangga barunya kerap merekam aktifitasnya diam-diam. Dihadapkan dengan kondisi yang berbeda-beda, mereka berhasil menemukan the beauty, ‘keindahan’ dari hidup yang sebenarnya. Lester berolahraga demi otot yang ideal dengan harapan bisa menarik perhatian sehabat Jane. Carolyn muak dengan suaminya lalu menjalin hubungan dengan seorang broker real-estate sukses yang mana adalah panutannya dalam bekerja. Jane membenci tetangganya lalu berhasil mengkonfrontasinya dalam sebuah percakapan biarpun pada akhirnya mereka jatuh cinta. Yang menarik dalam film ini adalah bagaimana kejadian sederhana dalam keseharian manusia bisa tertuang dengan begitu emosional dan unik. Eksekusinya sangat tidak biasa tapi saya pribadi suka dengan caranya memperlihatkan perasaan dan emosi terdalam seseorang saat timbul hasrat bercinta maupun saat mengalami keputus asaan. Film yang menarik.

     
  • nadiameuthia 10:20 am on November 24, 2010 Permalink | Reply  

    Dirty Dancing: Havana Nights (2004) 

    “Look at the way they feel the music.”

    Katey Miller

    Film ini adalah prekuel dari film dengan judul yang sama Dirty Dancing yang diperankan Patrick Swayze. Bagi para penggemar tarian atau penggemar film yang banyak berunsur tari, film ini bisa jadi tontonan menarik yang menggugah semangat tari kamu. Film dengan latar tempat Cuba, negara yang terkenal dengan Flamenco dan kesenangan orang-orangnya untuk menari, mengambil setting waktu di tahun 1958 saat revolusi pemerintahan gencar dilakukan oleh Fidel Castro. Di tengah pemberontakan, Katey Miller (Romola Garai) dan keluarganya pindah secara tiba-tiba kesana dari Amerika. Awalnya Katey tidak senang dengan kepindahannya ditengah-tengah tahun seniornya. Namun semuanya berubah ketika satu hari ia menyaksikan orang-orang berkumpul dijalan dan menari dengan gembira. Saat itu Katey yang orang tuanya juga seorang penari, punya hasrat untuk kembali mengeksplorasi  dirinya dalam tari. Javier Suarez (Diego Luna) hadir dalam hari-hari Katey. Seorang Cuba yang bekerja sebagai pelayan hotel dan akhirnya dipecat karena terlihat berduaan bersama tamu hotel : Katey! Mereka berdua semakin dekat dan memutuskan untuk ikut dalam kompetisi tari di hotel. Hasilnya? Film yang kental dengan music a la Cubanesse sungguh member inspirasi untuk menari dengan hasrat dan sepenuh hati.

     

     
  • nadiameuthia 7:20 am on November 19, 2010 Permalink | Reply  

    The Bone Collector (1999) 

    “What, you think that because of your condition you have the right to boss people around? I’m sorry, but that is truly pathetic.”

    Amelia Donaghy

    Lincoln Rhyme (Denzel Washington) adalah seorang ahli forensik yang lumpuh akibat kecelakaan pada tugas terakhirnya. Hanya bisa mengerjakan pekerjaannya dari tempat tidur, Rhyme dihadapkan pada sebuah kasus yang didasari dari sebuah novel detektif berjudul The Bone Collector. Dibantu opsir Amelia Donaghy (Angelina Jollie), mereka berdua mencari satu per satu bukti dan petunjuk yang mengarahkan mereka pada pembunuhan berikutnya.

    Diawali dengan penemuan seorang suami yang tertimbun di rel kerata api, lalu si istri terlambat untuk diselamatkan dari semprotan uap panas yang diarahkan di depan wajahnya oleh sang pembunuh. Mulailah mereka menelusuri kasus ini. Kemudian pembunuhan selanjutnya terjadi pada seorang pemuda yang tubuhnya digerogoti tikus-tikus. Ternyata si pembunuh telah lama mengirimkan pesan pada Rhyme lewat serangkaian pembunuhan sebelumnya, sayangnya seorang kepala polisi yang mengganti posisi Rhyme di kantor tidak pernah berhasi menyusun petunjuk-petunjuk yang tersembunyi. Donaghy perlahan berhasi menemukan siapa yang sebenarnya diincar si pembunuh. Seorang diri dan lumpuh, Rhyme harus menyelamatkan diri dari balas dendam si pembunuh.

     
    • genksukasuka 3:10 am on November 20, 2010 Permalink | Reply

      numpang pertamaks …yah…

    • hakimicture 3:18 pm on November 27, 2010 Permalink | Reply

      Bone Collector ngingetin saya pada filmnya Hitchcock Rear Window namun dengan kasus berbeda dimana . Pemeran utama yak bisa melakukan apa-apa di bagian klimaks, sedangkan penjahat datang mengancam keselamatan jiwa. Nah Bayangkan aja Jolie sebagai Grace Kelly-nya dan Denzel sebagai James Stewart. Hemmm …. dan sama-sama menegangkan. Salam kenal ya.

    • hakimicture 3:21 pm on November 27, 2010 Permalink | Reply

      hehehe yak itu kependekan dari : “yang tak”

  • nadiameuthia 1:34 pm on November 14, 2010 Permalink | Reply  

    Blue Lagoon (1980) 

    “That’s not true, you’re always staring at my buppies”

    Emmeline Lestrange


    review kali ini adalah soal film yang udah lama banget dan ini film yang saya gak pernah nyangka bisa dapet hehe (padahal dapet dari forum DVD rippnya)

    Blue Lagoon menceritakan tentang dua orang bocah yang terdampar di sebuah pulau terpencil bersama seorang bapak-bapak. Mereka membangun kehidupan yang seadanya disana. Suatu hari si bapak ini meninggal karena mabuk dan dua bocah ini pergi mendayung ke pulau lain meninggalkan tubuh si bapak. Brooke Shields perperan sebagai  Emmeline tumbuh di pulau bersama Christopher Atkins a.k.a Richards. Layaknya manusia primitif mereka membangun rumah dan segala isinya dari tumbuhan dan benda-benda yang mereka temukan di pulau. Richards dan Emmeline tumbuh tanpa bimbingan sosial, agama dan pelajaran anatomi layaknya manusia biasa. Mereka menjalani fase hidup yang benar-benar murni dari remaja, pubertas, jatuh cinta, konflik keTuhanan hingga memiliki anak.

    Film ini sangat menarik dengan plotnya yang benar-benar mencerminkan kehidupan manusia layaknya Adam dan Hawa. Brooke Shields masih berusia 18 tahun saat ia dan film ini memenagkan Academy Awards

     
  • nadiameuthia 2:36 pm on November 1, 2010 Permalink | Reply  

    Pesta Blogger 2010 

    wuaaah post kali ini bukan soal DVD ato film yang saya tonton :)
    kemarin Sabtu 30 Oktober 2010, saya bersama teman-teman berangkat ke Pesta Blogger 2010.
    ini kali pertama saya pergi ke acara kumpul-kumpul blogger handal se-Indonesia,guess what???? RAME GILAK! ketemu banyak bloger lawas tapi favorit saya adalah…..ketemu si yang buat game nyebelin Parampaa!!!!! hahaha ketemu Masova lho disana

    with Masova

    si pembuat game Parampaa ternyata ini orangnyaaa :)

    saya dikasih pin lucu lho n kartu nama bertuliskan Peace Begins With Smile

     

    seru lah kemarin itu :D

     
    • kania 5:23 pm on November 1, 2010 Permalink | Reply

      ohhh ini toh masova.. hahahaha.. mantap, nad! :)

    • rudi 9:24 am on November 17, 2010 Permalink | Reply

      ooo…ini si ova
      Gayanya bener2 sok asyik! hehehehe

  • nadiameuthia 5:31 pm on October 28, 2010 Permalink | Reply
    Tags: http://www.mustova.com/   

    kereeeeeen

     
  • nadiameuthia 1:39 pm on October 27, 2010 Permalink | Reply
    Tags: http://ngobrolinfilm.blogspot.com/   

    hai kania!

     
  • nadiameuthia 3:29 pm on October 26, 2010 Permalink | Reply  

    The Truman Show (1998) 

    “Good morning, and in case I don’t see ya, good afternoon, good evening, and good night!

    Truman Burbank

    Cerita yang sangat menyentuh yang diperankan Jim Carrey. Truman punya hidup yang biasa saja. Bangun pagi, ke kantor, pukang, makan malam dan tidur lagi. Setiap hari kegiatan Truman Burbank tidak ada yang berbeda. Truman sampai pada keinginanya untuk pergi ke luar dari kampong halamannya. Truman menyadari hal janggal karena tiap ia memutuskan pergi ke luar kota, ada saja halangan yang menyertai. Yang Truman tidak tahu kota tempat tinggalnya adalah sebuah studio TV raksasa dan  sepanjang hidupnya, ia adalah sebuah acara TV yang disiarkan non-stop sejak ia lahir.

     

     

     
  • nadiameuthia 3:16 pm on October 26, 2010 Permalink | Reply  

    Chocolat (2000) 

    “And it *melts*, God forgive me, it melts ever so slowly on your tongue, and tortures you with pleasure”

    Yvette Marceau

    Sesampainya di sebuah kota tua di Perancis Juliette Binoche sebagai Vianne membuka toko cokelat. Cokelat yang dibuatnya sangat beragam dan menginspirasikan penduduk sekitar akan kebahagiaan dan hasrat. Awalnya toko cokelatnya ditentang pastor gereja setempat, tapi kepiawaian Vianne membuat cokelat meluruhkan hati banyak penduduk. Vianne mampu menebak cokelat kesukaan pelanggannya dengan hanya mendengar cerita mereka, tapi tidak dengan Roux. Tidak lama baginya dan toko cokelatnya untuk menjadi favorit warga setempat. Roux (Johnny Depp) datang dan membuat Vianne menyadari hasrat sesungguhnya pada dirinya. Roux adalah orang pertama yang tidak bisa Vianne tebak apa cokelat favoritnya. Seperti cokelat yang manis, film ini pun menjadi favorit saya karena rasa ‘Chocolat’nya yang manis.

     
  • nadiameuthia 3:08 pm on October 26, 2010 Permalink | Reply  

    Notting Hill (1999) 

    “After all… I’m just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her”

    Anna Scott

    Film komedi romantis yang sangat saya suka! Ceritanya sederhana dan mudah ditebak tapi sangat manis. Diawali dengan perjumpaan Anna Scott (Julia Roberts) dengan William Thacker (Hugh Grant) ditoko buku milik William. Sayangnya saat Anna membeli buku, ia tidak tahu kalu itu adalah Anna Scott si pemain film terkenal yang wajahnya ada dimana-mana. William mengundang Anna kerumahnya di Notting Hill untuk berganti baju karena William menumpahkan jus jeruk dibaju Anna. Cerita mereka berlanjut saat Anna ikut makan malam dirumah William. Namun mengencani pemain film bukan hal mudah. Ketidak cocokan antara si penghuni Notting Hill dengan Hollywood Hill mewarnai hubungan mereka. Tapi biarpun begitu ceritanya tentu saja tetap berakhir bahagia.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.