suddenly everything

tanggal 11 Desember kemarin, ada general event-nya Public Speaking club di kampus. saya nyampe kampus sekitar jam 1.30 sianglah.. tetep telat 30 menit dari jam yang ditentukan. jadi begitu masuk kelas, debat udah mulai. udah sekitar setengah jalan deh, lagi 2nd speaker negatif yang bicara. saya duduk di kursi kosong di baris agak belakang, di depan kursi yang JJ tempatin. gak lama saya duduk, Nova pamit duluan karena harus masuk kelas agama. Nova menyerahkan kamera yang dignakannya untuk memotret pada JJ, dan karena saya duduk d depan JJ jadi saya yang dihibahkan kamera yang dipegang Nova. kameranya Adi sih. saya menggantikan tugas Nova untuk memotret semua kegiatan sepanjang acara berlangsung. hari ini ada debat, baca puisi, pidato dan yang tak kalah menarik ada lawakan…. sedikit improvisasi dan kreativitas dalam memotret menghasilkan jepretan-jepretan ‘unik’ dan ‘luar biasa’ oleh saya. fotografer dadakan, fotografer abal-abal yang gak punya kamera dan selalu motret pake kamera Adi.

selesai acara saya minum jus mangga di Saji. temen-temen lain ada yang makan sih. lalu JJ pamit pulang, tinggal saya, Adi, Brenda dan Dasut yang senang sekali mengobrol dikala ada waktu dan tempat yang pas untuk kita mengobrol (baca: tiap hari dan tiap waktu). disusul Nova -yang baru saja selesai dari kelas agamanya- bergabung berama kami. entah bagaimana sampailah saya pada sebuah topik pembicaraan yang membuat Nova menghasut saya supaya mau nginep dirumahnya. untuk hal yang satu itu saya tidak ambil pusing, walau kadang terlihat mempertimbangkan ajakan teman saya tapi sebenarnya saya sih OK saja kalu diajak menginap. saya meng-iyakan ajakan Nova. jam 6 sore dari kampus, saya sudah berada di kereta jurusan Cisadane bersama Nova, Dasut dan Brenda -geng Kostak-. sesampai dirumah Nova saya bergegas mandi karena saya dan geng Kostak  akan pergi  ke 88,subuah tempat makan. tak disangka Indomie Goreng Jumbo yang saya santap bersama Dasut meninggalkan rasa kenyang dan begah yang luar biasa lama hilangnya bahkan hingga kami pergi dari sana. saya menggosip sejenak sesampainya saya di tempat tidur Nova dan merebahkan diri lalu saya tidur duluan. saya sering sekali menginap di tempat teman. sangat sering sampai-sampai suka tak terduga jadualnya.

tanggal 12 Desembar, hari ini, sekitar jam 11 pagi saya dan geng Kostak -minus Brenda- sudah tiba dikampus. saya dan Dasut menikmati sarapan siang  kami di Dunkin sementara Nova masuk kelas agama. ahh.. memang religius sekali anak itu.. nampaknya… tak lama berselang HP saya bergetar dan ada yang mengirim pesan berisi bahwa saya ditunggu kehadirannya … di Bandung. maka setelah makan dan lalu mengembalikan tutup lensa kamera Adi yang terbawa oleh saya, saya bergegas menuju Jalan Baru untuk menanti bis jurusan Bandung yang akan membawa saya ke rumah Te Bet. jadi pukul 4 sore saya tiba di Bandung, dijemput Cesar di terminal. saya sendirian, naik bis AC jurusan bandung, kedinginan dan sampai di Bandung.

semuanya tiba-tiba. saya tiba-tiba meng-iyakan dan tiba-tiba udah ada di Bandung nih sembari menulis post hari ini…. “tiba-tiba” yang menyenagkan🙂