Corporate Social Responsible

Istilah Corporate Social Responsible atau CSR menurut Wikipedia terhadap artikel mengenai CSR adalah sebuah konsep. Konsep dimana organisasi baik perusahaan maupun yang lainnya punya tanggung jawab terhadap komunitas, lingkungan, karyawan, pemegang saham dan konsumen dalam segala aspek operasional perusahannya. Dalam buku yang ditulis Philip Kotler dan Nancy Lee CSR adalah sebuah komitmen untuk memperbaiki kessejahteraan komunitas melalui perilaku berbisnis yang bijak dan kontribusi nyata dari perusahaan yang sifatnya sukarela. Baik tanggung jawab maupun sukarela konsep ini diadopsi dengan tujuan menjadikan satu sama lain lebih kompetitif dalam usaha dan dalam aktivitas kesejahteraan lingkungan. Dapat diketahui bahwa inti dari CSR adalah pada komitmennya untuk turut bertanggung jawab dalam melaksanakan bisnis dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang diadopsi menjadi berbagai kegiatan,

Dasar kegiatan-kegiatan CSR yang dirangkum pada buku Corporate Social Responsible: Doing the Most Good for Your Company and Your Cause meliputi cause promotion, cause related marketing, corporate social marketing, corporate philanthropy, community volunteering dan socially responsible business practice. Melalui dasar ide ini banyak kegiatan CSR yang bisa diciptakan sesuai tujuan yang ingin dicapai  untuk kebaikan perusahaan dan lingkungan. Melakukan aktivitas CSR menjadi perhatian besar karena dunia bisnis telah menjadi institusi yang paling berkuasa di dunia sehingga ketika ini menyangkut dominasi institusi pada sebuah masyarakat pengambilan keputusan harus demi kepentingan bersama. Kegiatan CSR juga menjadi sebuah investasi untuk tercapainya pembangunan berkelanjutan di masyarakat dan perusahaan. Layaknya manusia yang rajin melakukan olahraga supaya bisa terlihat sehat tubuhnya, memperbaiki perasaan dan membuat kita hidup lebih lama demikian pula perusahaan yang melakukan hal baik supaya dirinya bisa hidup lebih lama. Hasil survey “The Millenium Poll on CSR” tahun 1999 menyatakan kegiatan CSR membantu perusahaan dalam membentuk opini akan dirinya sampai 60%. Ini adalah salah satu alasan yang baik untuk memotivasi perusahann melakukan bernagai kegiatan CSR yang baik.

Aktivitas CSR menarik perhatian karyawan, mempertahankan mereka dan memotivasi mereka untuk berbuat baik. Kala karyawan merasa senang akan lingkungan pekerjaannya mereka cenderung bekerja lebih baik dan lebih lama diperusahaan tersebut. Belum lagi berbagai aktivitas CSR menarik perhatian konsumen dan investor. Dari sisi konsumen, 40% dari mereka cenderung tidak ingin membeli sebuah produk karena mereka tidak melihat perusahaan melakukan kontribusi untuk masyarakat, tindakan yang diambil bertujuan nuntuk menghukum perusahaan. Investor melihat perusahaan yang “dekat” dengan lingkungan lebih memiliki akses cepat untuk perputaran modalnya, dikutip dari Social Investment Forum. Reputasi perusahaan menjadi elemen penting ditengah kompetisi bisnis yang mana menjadi pertimbangan untuk melakukan kegiatan CSR.

Kegiatan CSR juga menekan biaya perusahaan. Perusahaan yang hanya mementingkan keuntungan jangka pendek dengan mengorbankan aspek sosial dan lingkungannya akan sulit bertahan dalam persaingan. Seperti kegiatan CSR yang diadakan oleh Body Shop. Kampanye Body Shop terhadap bumi, binatang dan lingkungan berkontribusi langsung terhadap pengurangan biaya beriklan namun tetap memenuhi kebutuhannya untuk berpromosi.

CSR adalah konsep yang harus diterapkan oleh semua organisasi. Namun penerapannya bersifat kondisional artinya melihat kapasistas perusahaan dalam realisasinya. Kegiatan-kegiatan yang disusun juga bisa diatur sendiri agar kontrolnya mudah maupun memberikan pada pihak lain untuk dikerjakan atau malah bermitra dalam pelaksanaanya. CSR sendiri selain sebagai tanggung jawab telah berevolusi menjadi strategi yang bagus untuk mempromosikan perusahaan dan memperbaiki kondisi komunitas atau lingkungan sekitar.